Panduan Teknis Mengoptimalkan Umur Pakai Spare Part Undercarriage melalui Rotasi dan Penyetelan yang Tepat

Pendahuluan

Undercarriage adalah salah satu komponen terpenting dan termahal pada alat berat, khususnya excavator dan bulldozer. Komponen ini bertanggung jawab atas pergerakan dan menopang beban alat. Karena terpapar gesekan tinggi dan kondisi kerja yang ekstrem, keausan undercarriage tidak dapat dihindari. Namun, dengan melakukan praktik perawatan yang benar, seperti rotasi dan penyetelan yang tepat, umur pakai spare part dapat dioptimalkan secara signifikan, mengurangi biaya operasional keseluruhan.


1. Memahami Keausan Undercarriage

Keausan pada komponen undercarriage seperti track shoe, pin and bushing, idler, dan sprocket jarang terjadi secara seragam. Pola keausan dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Pola Kerja: Penggunaan alat yang dominan maju atau mundur, pekerjaan yang banyak berbelok di satu arah, dan kemiringan (slope) medan kerja.
  • Kondisi Tanah: Tanah abrasif (misalnya, pasir dan kerikil) mempercepat keausan.
  • Ketegangan Rantai (Track Tension): Penyetelan yang terlalu kencang atau terlalu longgar akan mempercepat keausan di berbagai komponen.

Tujuan dari rotasi dan penyetelan adalah untuk menyamakan tingkat keausan pada semua komponen, memastikan semua bagian mencapai batas pakainya (wear limit) pada waktu yang berdekatan.


2. Strategi Rotasi Komponen Undercarriage

Rotasi adalah praktik memindahkan komponen undercarriage dari posisi yang mengalami keausan tinggi ke posisi yang keausannya lebih rendah, atau membalik posisinya.

A. Rotasi Pin dan Bushing (Pin and Bushing Turn)

Ini adalah praktik rotasi yang paling krusial. Pada undercarriage konvensional, bushing dan sprocket mengalami keausan yang tinggi karena bersentuhan langsung saat bergerak.

KomponenPosisi AwalPosisi RotasiManfaat
BushingSisi kontak dengan sprocketDiputar 180 derajatMenawarkan permukaan kontak baru, secara efektif menggandakan umur pakainya.
PinTetap berada di dalam bushingDipasang kembali setelah bushing diputar.Mengurangi keausan lateral pada pin.

Praktik ini umumnya dilakukan ketika keausan bushing mencapai antara 75% hingga 80% dari batas keausan aslinya.

B. Rotasi Track Shoe (Track Shoe Swap)

Pada alat yang sering bekerja di kemiringan atau sering berbelok ke satu arah, track shoe di satu sisi (misalnya sisi yang menghadap ke luar saat berbelok) dapat mengalami keausan yang lebih cepat.

  • Prosedur: Pindahkan seluruh track shoe dari sisi kiri ke sisi kanan, dan sebaliknya.
  • Manfaat: Menyeimbangkan keausan antara kedua sisi track dan membalik arah beban yang diterima grousers (sirip pada shoe).

C. Rotasi Idler dan Roller (Idler and Roller Swap)

Idler (roda penegang di depan) dan roller (roda penopang di bawah) juga dapat dirotasi.

  • Single Flange Roller vs. Double Flange Roller: Roller yang memiliki flange ganda sering ditempatkan di posisi yang lebih rentan terhadap keausan lateral. Mengubah posisi roller di sepanjang rangka dapat membantu menyamakan keausan flange.
  • Rotasi Idler: Pada beberapa desain undercarriage, idler depan dapat ditukar dengan idler belakang (sprocket) jika keduanya memiliki desain yang serupa, meskipun ini kurang umum.

3. Penyetelan Ketegangan Rantai (Track Tension) yang Tepat

Setelah rotasi, atau sebagai bagian dari pemeriksaan rutin, penyetelan ketegangan rantai adalah kunci untuk mencegah keausan abnormal.

Dampak Ketegangan yang Salah:

KondisiDampak pada Komponen
Terlalu Kencang (Too Tight)Meningkatkan beban pada bushing, pin, sprocket, dan idler. Menyebabkan panas berlebihan dan keausan bushing yang cepat di sisi luar.
Terlalu Longgar (Too Loose)Rantai bergetar atau “melompat” saat beroperasi, menyebabkan keausan sprocket yang tidak rata (misalnya, keausan pada ujung gigi) dan peningkatan keausan pada track roller flange.

Prosedur Penyetelan:

  1. Posisikan Alat: Parkirkan alat di permukaan datar.
  2. Ukur Sag (Kendur): Ukur jarak kendur (sag) antara bagian bawah track frame (biasanya pada track roller tengah) dan bagian atas track shoe.
  3. Sesuaikan: Gunakan grease gun untuk menginjeksikan grease ke track adjuster cylinder (untuk mengencangkan) atau melepaskan grease (untuk melonggarkan) hingga mencapai spesifikasi sag yang direkomendasikan pabrikan alat berat Anda.

💡 Penting: Spesifikasi sag berbeda-beda tergantung pabrikan, model alat, dan kondisi kerja (misalnya, kondisi tanah berlumpur memerlukan sag yang sedikit lebih besar daripada tanah kering dan keras).


4. Jadwal Pemeriksaan dan Pengukuran

Untuk memaksimalkan manfaat rotasi, pemeriksaan dan pengukuran ketebalan komponen harus dilakukan secara teratur (misalnya, setiap 250 hingga 500 jam operasi). Gunakan track wear gauge untuk membandingkan dimensi komponen yang terukur dengan spesifikasi batas keausan pabrikan (OEM).

Rotasi pin and bushing yang terlambat akan sia-sia karena permukaan kontak yang baru sudah terlalu aus untuk memberikan manfaat signifikan.

Kesimpulan

Mengoptimalkan umur pakai spare part undercarriage bukan hanya tentang membeli komponen berkualitas, tetapi tentang manajemen keausan yang proaktif. Dengan menerapkan rotasi pin and bushing yang tepat waktu dan menjaga ketegangan rantai sesuai spesifikasi, Anda dapat secara efektif menggandakan masa pakai beberapa komponen kunci, menghasilkan penghematan biaya operasional yang substansial dan menjaga efisiensi alat berat.

WhatsApp Butuh Bantuan?