Forklift adalah salah satu alat vital dalam industri manufaktur, pergudangan, hingga konstruksi. Alat ini berfungsi memindahkan material dengan cepat, efisien, dan aman. Namun, di balik kegunaannya, biaya operasional forklift bisa menjadi pengeluaran yang cukup besar bagi perusahaan jika tidak dihitung dengan tepat.
Banyak bisnis hanya memperhitungkan harga beli atau biaya sewa forklift, padahal ada berbagai komponen biaya lain seperti bahan bakar, perawatan, suku cadang, hingga biaya operator. Dengan menghitung biaya secara detail, perusahaan bisa:
- Mengoptimalkan penggunaan forklift.
- Menekan pengeluaran yang tidak perlu.
- Membuat keputusan apakah lebih baik membeli, menyewa, atau leasing forklift.
Artikel ini akan membahas faktor-faktor utama yang memengaruhi biaya operasional forklift, cara menghitungnya, serta strategi menghemat biaya tanpa mengurangi performa operasional.
1. Komponen Utama Biaya Operasional Forklift
Menghitung biaya operasional forklift tidak hanya sekadar melihat harga bahan bakar. Ada beberapa komponen penting yang wajib masuk dalam perhitungan:
a. Biaya Bahan Bakar atau Energi
- Forklift Diesel → Biaya bahan bakar per liter dan konsumsi rata-rata per jam.
- Forklift Gas/LPG → Harga gas tabung serta frekuensi penggantian.
- Forklift Listrik → Biaya charging baterai dan umur pakai baterai.
Contoh: Forklift diesel dengan konsumsi 3 liter/jam dan harga solar Rp15.000/liter berarti biaya bahan bakar sekitar Rp45.000 per jam.
b. Biaya Perawatan Rutin
Forklift memerlukan servis berkala untuk menjaga performa. Biaya ini mencakup:
- Ganti oli mesin, oli hidrolik, dan oli transmisi.
- Penggantian filter udara dan filter oli.
- Pemeriksaan sistem hidrolik, rem, dan ban.
Jika perawatan diabaikan, risiko kerusakan besar akan meningkat dan justru menambah biaya.
c. Biaya Suku Cadang & Perbaikan
Selain servis rutin, forklift kadang memerlukan penggantian spare part seperti ban, aki, atau sistem hidrolik. Biaya ini bersifat tidak terduga dan perlu dimasukkan dalam estimasi tahunan.
d. Biaya Penyusutan
Jika forklift dibeli, nilainya akan berkurang setiap tahun. Penyusutan ini juga termasuk biaya yang perlu dihitung karena akan memengaruhi nilai investasi jangka panjang.
e. Biaya Operator
Forklift tidak bisa berjalan tanpa operator terlatih. Biaya gaji, pelatihan, dan asuransi operator juga bagian dari total biaya operasional.
f. Biaya Sewa atau Leasing (jika tidak membeli)
Bagi perusahaan yang memilih menyewa atau leasing forklift, biaya ini dihitung per bulan atau per jam sesuai kontrak.
2. Rumus Menghitung Biaya Operasional Forklift
Secara sederhana, biaya operasional forklift dapat dihitung dengan rumus:
Biaya Operasional per Jam = (Bahan Bakar + Perawatan + Spare Part + Penyusutan + Gaji Operator) ÷ Total Jam Operasi
Contoh perhitungan untuk forklift diesel:
- Bahan bakar: Rp45.000/jam
- Perawatan: Rp10.000/jam (dihitung dari biaya servis tahunan dibagi jam kerja)
- Spare part: Rp5.000/jam
- Penyusutan: Rp15.000/jam
- Operator: Rp25.000/jam
Total = Rp100.000 per jam operasi forklift.
Perhitungan ini membantu perusahaan mengetahui berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan setiap kali forklift digunakan.
3. Faktor yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Biaya
- Jenis Forklift
- Diesel cenderung boros bahan bakar tapi bertenaga besar.
- Listrik lebih hemat energi namun baterainya mahal.
- LPG fleksibel, namun biaya gas bisa fluktuatif.
- Diesel cenderung boros bahan bakar tapi bertenaga besar.
- Usia Forklift
Forklift lama biasanya membutuhkan perawatan lebih sering dan biaya spare part lebih tinggi. - Jam Operasional
Semakin sering digunakan, semakin tinggi biaya pemakaian. Namun biaya per jam bisa lebih murah karena pembagian biaya tetap. - Kualitas Perawatan
Forklift yang dirawat baik akan lebih hemat jangka panjang. - Keterampilan Operator
Operator berpengalaman dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan menghindari kerusakan akibat kesalahan penggunaan.
4. Strategi Menghemat Biaya Operasional Forklift
a. Pilih Jenis Forklift Sesuai Kebutuhan
Jangan membeli forklift diesel untuk gudang indoor yang sebenarnya cukup dengan forklift listrik. Pemilihan jenis yang tepat bisa mengurangi biaya hingga puluhan juta per tahun.
b. Terapkan Preventive Maintenance
Lebih baik melakukan servis rutin dibanding menunggu kerusakan besar. Preventive maintenance bisa memangkas biaya perbaikan tak terduga.
c. Latih Operator Forklift
Operator yang terlatih dapat menggunakan forklift dengan efisien, mengurangi idle time, dan memperpanjang umur pakai komponen.
d. Optimalkan Penggunaan Forklift
Atur jadwal operasional forklift agar tidak bekerja terlalu berlebihan. Jika volume kerja tinggi, lebih baik tambah unit daripada memaksakan satu forklift bekerja nonstop.
e. Bandingkan Sewa vs Beli
- Jika kebutuhan hanya musiman, sewa lebih ekonomis.
- Jika penggunaan harian dan jangka panjang, membeli forklift bisa lebih murah.
f. Gunakan Teknologi Monitoring
Beberapa perusahaan kini menggunakan sistem telematika untuk memantau penggunaan forklift secara real-time, termasuk konsumsi bahan bakar dan jam kerja mesin.
5. Studi Kasus: Biaya Forklift Diesel vs Forklift Listrik
Forklift Diesel
- Bahan bakar: Rp45.000/jam
- Perawatan lebih sering karena mesin kompleks.
- Cocok untuk area outdoor dengan beban berat.
Forklift Listrik
- Biaya charging rata-rata Rp10.000–Rp15.000/jam.
- Perawatan lebih sedikit karena tidak ada mesin pembakaran.
- Cocok untuk gudang indoor karena bebas emisi dan lebih senyap.
Kesimpulannya, forklift listrik bisa menghemat biaya operasional dalam jangka panjang, meskipun investasi awal (harga beli + baterai) lebih tinggi.
6. Mengapa Menghitung Biaya Operasional Forklift Itu Penting?
- Kontrol Keuangan: Perusahaan bisa membuat anggaran lebih akurat.
- Pengambilan Keputusan: Menentukan beli atau sewa forklift.
- Efisiensi Operasional: Mengidentifikasi area yang paling boros biaya.
- Perencanaan Jangka Panjang: Memproyeksikan kebutuhan forklift untuk 5–10 tahun ke depan.
Menghitung biaya operasional forklift adalah langkah penting agar perusahaan tidak kecolongan biaya tersembunyi. Komponen utama seperti bahan bakar, perawatan, spare part, penyusutan, hingga gaji operator harus diperhitungkan secara detail.
Dengan rumus sederhana, perusahaan bisa mengetahui biaya per jam forklift dan mengambil keputusan lebih bijak. Pemilihan jenis forklift yang tepat, perawatan rutin, serta operator yang terlatih juga akan sangat membantu menghemat biaya.
Pada akhirnya, mengelola biaya operasional forklift bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang menjaga produktivitas dan profitabilitas bisnis.

